TEKNIK PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK DENGAN METODE PENYAMBUNGAN FUSI

Penulis:
Rachmah Dini Oktaviasari (NIM: 9113120010), Rachmah Dina O (NIM: 9113120009), Daniel Setyo W (NIM: 9113120002)
Mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik Kota Malang (POLTEKOM)

Serat optik berperan sebagai pemandu gelombang cahaya serat optik yang terbuat dari bahan gelas atau silika dengan ukuran yang sangat kecil dan ringan (dalam satuan mikro meter) yang dapat menghantarkan sinyal informasi dalam jumlah yang besar dan dengan rugi-rugi yang relatif rendah. Struktur kabel serat optik terdiri dari coating, cladding dan core. Core atau inti inilah yang berfungsi untuk menentukan arah rambat cahaya pada kabel serat optik. Sedangakan coating dan cladding berguna untuk melindungi core yang bersifat mudah hancur dan patah. Walau dengan berbagai keunggulan yang terdapat padanya bukan berarti Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) tidak memiliki permasalahan. Permasalahan utama dan yang paling sering terjadi dalam serat optik adalah hilangnya energi cahaya di dalam serat optik. Pada dasarnya hilangnya energi cahaya didalam serat optik disebabkan oleh dua hal : bahan inti serat optik (core) yang kotor dan cahaya dibelokan kearah yang salah. Salah satu penyebab arah cahaya kearah yang salah adalah akibat penyambungan kabel serat optik yang kurang baik. Dalam Kerja Praktek ini penulis mempelajari tentang teknik dan metode penyambungan kabel serat optik yang menghasilkan rugi-rugi kecil, yaitu penyambungan kabel serat optik secara fusi (Fusion Splicing). Untuk penyambungan kabel serat optik dengan metode fusi maka diperlukan alat bantuan yang bernama Fusion Slicer.

Klik disini untuk mendownload artikel lengkap.